Penggunaan mesin panen kelapa sawit menjadi salah satu dukungan penting untuk meningkatkan efisiensi kerja di industri terkait. Tak hanya menghemat tenaga kerja, penggunaan mesin ini juga menjadikan waktu pemanenan lebih cepat. Hasilnya, waktu yang tersisa bisa dipergunakan untuk melakukan pekerjaan lainnya.

Mengenal Ragam Jenis Mesin Panen Kelapa Sawit
Sebenarnya, mesin panen sawit tak terbatas pada kegiatan pengangkutan saja. Faktanya, ada berbagai alat yang disisipi teknologi terkini untuk mendukung proses panen sawit. Langsung saja, berikut ragam jenis alatnya.
Mesin Dodos
Mesin dodos sawit adalah alat perkebunan yang berguna untuk memotong dahan tanaman sawit dan mendodos bagian bungkilannya. Alat ini merupakan inovasi manual dengan menggunakan tenaga manusia.
Biasanya, mesin dodos memiliki panjang 4.5 meter dengan tinggi maksimum 7 hingga 8 meter untuk menjangkau pohon sawit. Alat cukup hemat bahan bakar, yakni sekitar 1.5 liter hingga 2.5 liter untuk pemanenan 8 jam.
Mesin dados biasanya sudah dilengkapi dengan motor 2 tak dengan bahan bakar campuran oli dan bensin. Hal ini membuat kinerja mesin bisa dimaksimalkan, bahkan mampu bekerja untuk 8 hingga 10 jam/hari.
Mesin Egrek
Mesin panen kelapa sawit ini merupakan inovasi yang lebih maju, bahkan sudah dilengkapi dengan sensor warna. Alat ini bisa memberikan dukungan efisiensi waktu panen yang lebih optimal.
Sebab, pengguna tinggal mengendalikan mesin ke arah pelepah yang ingin dipotong ataupun bagian buahnya. Kemudian, sensor warna akan mendeteksi buah berdasarkan warnanya.
Sebagai informasi, kelapa sawit yang sudah matang biasanya berwarna orange atau merah gelap. Jika mesin pendeteksi warna tersebut, biasanya akan mengeluarkan bunyi khusus.
Berdasarkan hal tersebut, mesin egrek bisa memberikan manfaat yang begitu besar saat proses pemanenan. Terlebih, mesin bisa mendeteksi buah yang sudah matang, tanpa harus bekerja keras melihat detail warna pada buah sawit.
Mini Dumper
Alat ini terkenal dengan sebutan truk mini. Mini dumper memiliki bobot sekitar 1.070 kg. Alat bisa digunakan untuk mengangkat hasil panen, mulai dari 900 hingga 1200 kg.
Umumnya, mini dumper dibekali dengan bahan bakar diesel atau solar dengan mesin satu cylinder. Bahkan, ada pula alat yang sudah dilengkapi dengan radiator atau pendingin air berkekuatan maksimal 13 HP.
Tak kalah menarik, mini dumper memiliki roda crawler karet sebesar 350mm. Hal ini sangat membantu, terlebih ketika alat digunakan untuk medan jalan rusak dan berbatu di sekitar lahan gambut.
Transporter
Mesin panen kelapa sawit ini berbentuk kendaraan beroda, mirip seperti tank. Alat mampu menempuh medan terjal dan tidak stabil, cocok digunakan di lahan perkebunan kelapa sawit.
Umumnya, transporter memiliki kapasitas angkut maksimal 650 kg. Mesin menggunakan sistem hidrolik yang memudahkan proses bongkar muat hasil panen.
Selain itu, alat juga memiliki sistem kontrol ergonomis berupa stick rotary joint dengan rem kaki. Selain hemat waktu, penggunaan mesin ini juga bisa dimanfaatkan untuk proses pemanenan yang tidak terlalu besar.
Perbedaan Kinerja Mesin Egrek vs Manual
Perbedaan soal mesin egrek vs manual bisa juga dilihat dalam video di akun TikTok @amaq_fatir24. Perbedaan kinerjanya cukup jelas. Sebab, mesin egrek bisa dioperasikan mudah dengan waktu pemanenan cepat. Pekerja tinggal mengarahkan mesin untuk langsung memotong pelepah atau mendongkel buah. Sementara itu, penggunaan mesin manual membutuhkan tenaga lebih untuk bisa memotong pelepah sawit. Hal ini bisa membuat proses panen lebih lama, sebab alat manual harus dioperasikan dengan full tenaga manusia. Perbedaan lain yang cukup terlihat yakni kebisingan dari suara alat. Sebab, mesin egrek memang terdengar bising dengan suara mesin yang lantang.
Selanjutnya, penggunan mesin dodos dan mesin egrek bisa dilihat dalam video TikTok @amaq_fatir24. Terlihat dalam video, pengguna bisa memanen buah kelapa sawit dengan cepat hanya dalam beberapa detik saja. Dalam sekali congkel menggunakan mesin dodos, pekerja langsung bisa memotong dahan dan buah kelapa sawit. Sementara itu, mesin egrek juga terlihat mudah. Hanya saja, pengguna harus menggaet pelepah sawit beberapa kali sebelum akhirnya terpotong.
Penggunaan mesin panen kelapa sawit bisa jadi opsi cerdas bagi para petani. Selain menghemat waktu, penggunaan alat ini juga bisa memaksimalkan proses panen menjadi lebih mudah. /Siti



